Apa Itu KYC Atau Know Your Customer - Jendela Bisnis

Breaking

Thursday, 19 July 2018

Apa Itu KYC Atau Know Your Customer


Jika anda menjelajahi dunia bisnis online, mungkin istilah KYC tidak asing didengar lagi. Sebenarnya istilah ini merupakan prinsip yang digunakan dalam dunia perbankan. Mengingat dunia internet yang semakin canggih dimana dunia perbankan ikut memanfaatkan fitur online, tidak menutup kemungkinan banyak prinsip-prinsip yang digunakan dalam dunia online juga.

Pengertian Know Your Customer

Apa Itu KYC Atau Know Your Customer

Know Your Customer Principles (KYCP) adalah prinsip yang diterapkan bank untuk mengetahui identitas nasabah, memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan dan sudah menjadi kewajiban bank untuk menerapkannya. (Sitompul, 2004, hlm. 29.)

Menurut PBI No.3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles), PBI No.3/23/PBI/2001 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia No.3/1/PBI/2001 tentang tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles) dan PBI No. 5/21/PBI/2003 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bank Indonesia No.3/1/PBI/2001 tentang tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles), yang dimaksud dengan Prinsip Mengenal Nasabah adalah prinsip yang diterapkan bank untuk mengetahui identitas nasabah, memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan. Nasabah dalam pengertian di sini adalah nasabah yang menggunakan jasa bank.

Sanksi Bagi Bank

Apa Itu KYC Atau Know Your Customer
Sesuai PBI tentang KYC dalam hal bank tidak menetapkan dan menyampaikan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah kepada Bank Indonesia dan tidak melaporkan perubahan Pedoman Pelaksanaan Prinsip Mengenal Nasabah selambat-lambatnya 7 hari kerja sejak ditetapkannya perubahan tersebut serta tidak melaporkan kepada Bank Indonesia transaksi yang mencurigakan yang terjadi di bank yang bersangkutan selambat-lambatnya 7 hari kerja sejak transaksi tersebut diketahui oleh bank, dikenakan sanksi berupa kewajiban membayar sebesar Rp.1 juta per hari keterlambatan dan setinggi-tingginya Rp.30 juta.

Disamping sanksi tersebut diatas, terhadap anggota Dewan Komisaris, Direksi atau pegawai bank yang dengan sengaja tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan bank terhadap ketentuan dalam Undang-undang Perbankan dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku bagi bank (termasuk PBI KYC), diancam dengan pidana penjara minimal 3 tahun dan maksimal 8 tahun serta denda minimal Rp. 5 miliar dan maksimal Rp.100 miliar (Pasal 49ayat (2) huruf b Undang-undang No.7 tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telahdiubah dengan Undang-undang No.10 tahun 1998).

Apa Yang Hendak dicapai dengan KYC ?

Apa Itu KYC Atau Know Your Customer

Prinsip mengenal nasabah, tidak sekadar berarti mengenal nasabah secara harfiah tetapi prinsip mengenal nasabah ini menginginkan informasi yang lebih menyeluruh di samping identitas nasabah, yaitu hal-halyang berkaitan dengan profil dan karakter transaksi nasabah yang dilakukan melalui jasa perbankan. Oleh sebab itu, dari segi operasional perbankan bukan pekerjaan yang mudah untuk melaksanakan prinsip mengenal nasabah ini. Untuk melakukan due diligence atau proses penilaian terhadap nasabah, baik kepada nasabah baru maupun lama tentang asal dana atau sumber dana yang dimilikinya yang disimpan atau akan disimpan di bank tertentu, tanpa membuat dia tersinggung atau terganggu privacy-nya, bukan pekerjaan mudah. Hal tersebut bisa membuat nasabah tersinggung dan memindahkan dananya ke lembaga investasi yang lain. Dengan demikian, penerapan prinsip mengenal nasabah memerlukan etika dan kebijakan dan prosedur khusus karena pekerjaan ini telah memasuki privacy seorang nasabah atau calon nasabah bank.

Disamping melakukan KYC, salah satu elemen penting dalam mengantisipasi kejahatan pencucian uang (Anti Money Laundering) dan pencegahan internal fraud di dalam dunia perbankan adalah penerapan Know Your Employee. Kebijakan Know Your Employee sebaiknya diterapkan dengan meliputi kebijakan-kebijakan proses rekrutmen, rotasi dan mutasi karyawan, pengaturan cuti karyawan serta kebijakan yang terkait dengan pemberian hadiah dan/atau sumbangan kepada karyawan. Pemantauan perilaku dan gaya hidup karyawan pun diperlukan untuk memastikan bahwa tidak terjadi perubahan yang tidak wajar sehubungan dengan jenis pekerjaan yang dilakukan seorang karyawan

Referensi

PBI No.3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles), PBI No.3/23/PBI/2001 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia No.3/1/PBI/2001 tentang tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles) dan PBI No. 5/21/PBI/2003 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bank Indonesia No.3/1/PBI/2001 tentang tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles)

Undang-undang No.7 tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telahdiubah dengan Undang-undang No.10 tahun

Zulkarnain Sitompul (2004). Upaya Mencegah dan  Pemberatas Tindak Pidana Pencucian Uang, Sinar Grafika, Jakarta.


KYC Dalam Dunia Kripto

Dalam dunia cryptocurrency, KYC sendiri biasa dikaitkan dengan syarat dimana pengguna market harus melakukan verifikasi identitasnya. Verifikasi dapat dilakukan dengan ID-Card (KTP), Driver License (SIM), dan kartu identitas lainnya. Istilah KYC sudah tidak asing karena hampir semua market menerapkannya untuk menjaga keamanan pengguna maupun market. Istilah KYC juga sering dikaitkan dengan airdrop dimana kebanyakan market baru atau perusahaan baru yang hendak mengeluarkan koin baru memberikan event airdrop kepada semua member dengan ketentuan verifikasi atau KYC.

Jadi kesimpulannya, KYC dalam dunia kripto yaitu verifikasi identitas yang sesuai oleh member yang hendak menggunakan jasa suatu market baik untuk transaksi, maupun menyelesaikan bounty airdrop.

Baca Juga Pengertian ICO,AirDrop, Dan Bounty Dalam Cryptocurrency

No comments:

Post a Comment